Galau Penyesalan Setelah Membeli?
malangemporium.com | Be A Smart Shopper - Di suatu hari pas siang menjelang sore dan hujan turun, Malang Emporium didatangi oleh tamu spesial. Tamu spesial tersebut bercerita seputar seminar yang barusan dia ikuti, eng ing eng??? Akibat rasa ingin tahu dan juga hasrat pribadi akhirnya Malang Emporium mengangkat tulisan ini "Be A Smart Shopper".Adalah wajar kiranya ada dua kata workaholic dan juga shopaholic, workaholic tertuju pada orang yang intens dalam kerja sedang shopaholic adalah hasrat untuk belanja namun lebih ditekankan pada keinginan bukan kebutuhan. Wanita pada umumnya adalah "penderita" gemar belanja yang dalam hal ini haruslah diwaspadai, karena gemar belanja ini bisa keterusan menjadi shopaholic.
Dari kitab mujarobat ilmu alam (ngawur) terdapat salah satu ciri seorang shopaholic adalah munculnya rasa menyesal setelah membeli suatu barang. Tapi anehnya biarpun penyesalan melanda dia dengan entengnya mengulanginya lagi. Yang jadi pertanyaan apakah si tamu spesial itu juga begitu? Huhuhuhu, membeli suatu barang karena murah juga perlu pertimbangan. Apakah Anda pernah berbelanja kaos dengan diskon murah beudh, tapi setelah dipakai ternyata ga sesuai keinginan ataupun ga sesuai penampilan Anda.
Shopaholic bisa dikatakan sebagai kebiasaan yang buruk dimana tentunya rasa penyesalan yang dalam di akhir, diakhir kalau Anda sudah bangkrut dan penuh hutang huhuhu... Dalam pengartian secara mudah dan gampang dicerna berbelanja pintar itu harus tahu maksud tujuan dan juga anggaran dana Anda sendiri. Seorang shopaholic tak akan punya waktu untuk hal tersebut, "Aku kepengen tas hitam yang ada di MOG???" (walau sebenarnya dah punya tas baru Eli$@beth). Seorang shopaholic dalam kegiatan belanja mengacuhkan falsafah belanja karena kebutuhan karena mengejar belanja hanya keinginan.
Be a smart shopper, gemar belanja tidak ada salahnya jika berdasar pada kebutuhan akan belanjaan tersebut bukan berdasar faktor keinginan. Sulit pastinya, dan tentu sangat menyakitkan bagi Anda yang baru memulainya. Dengan mengesampingkan keinginan untuk memiliki suatu barang karena terbentur akan nilai guna dan pakai barang tersebut. Dengan belanja tepat maka gejala shopaholic bisa dicegah sejak dini.
Be A Smart Shopper "Do I Need This?"
Untuk bisa menjadi anggota berbelanja pintar tepat pastinya sangat mudah, tanpa Anda harus keluar ijazah maupun foto copy KTP. Pastinya hanya dengan pengaturan secara baik dan benar akan pendapatan Anda tiap bulannya, dengan pengelolaan pendapatan yang benar pastinya Anda bisa untuk mengatur pengeluaran dan juga belanja Anda.Tentukan terlebih dahulu akan tujuan dan juga rencana hidup, buang jauh-jauh benih bibit akar shopaholic yang Anda punyai. Dengan menentukan tujuan dan rencana hidup tentu akan memberi gambaran bagaimana mengelola keuangan Anda, jadi bisa meminimalisir belanja karena keinginan. Jika Anda mempunyai gaji 100ribu maka bisa dibuat perencanaan sebagai berikut ini, yang 30ribu untuk kredit, 20ribu ditabung, 50ribu untuk biaya hidup, 10ribu (merupakan sisa 50ribu untuk biaya hidup) untuk ragam hiburan. Bisa juga yang 50ribu tersebut dibagi untuk menghidupi anak kos huhuhuhu (sedikit curhat).
Nah tinggal bagaimana Anda mengaplikasikan skema diatas sesuai dengan kenyataan hidup Anda seharinya, oh sampai ketinggalan. Untuk bisa mengatur semua diatas, ada baiknya Anda memulai kegiatan menabung uang gajian Anda tiap bulannya setiap sehabis menerima gaji. Dengan begitu Anda jadi lebih mudah mengatur dan tahu akan pos mana yang menjadi pengeluaran dan saluran dana tersebut bisa sesuai dan tepat pada pos yang di inginkan.
Nah semenjak saat itu Malang Emporium selalu terngiang terbayang akan suara manis kegalauan sewaktu belanja bareng "Do I Need This?" hmhmhm. Keren juga kata-kata ini, do i need this? bisa buat password baru lah huhuhuhu sekalian penangkal event Malang Shopping Adventure

Harus Nol Hutang!
BalasHapus